Arsip -
Agustus, 2009
-
Juni, 2009
-
April, 2009
-
Maret, 2009
-
Pebruari, 2009
-
Januari, 2009
-
Desember, 2008
-
November, 2008
-
Oktober, 2008
-
September, 2008
|
|
PEMBANGUNAN JATI DIRI BANGSA DIMULAI DARI DIRI SENDIRI DAN KELUARGA UNTUK MENGGUNAKAN DAN MEMPRIORITASKAN PRODUKSI DALAM NEGERI DALAM KESEHARIAN, SERTA BERKESENIAN DAN BERKEBUDAYAAN DARI AKAR BUMI PERTIWI ( Muhammad Naim Gub Lira kalsel )
|
|
LIRA UNGKAP KORUPSI 11 BUPATI DAN TIGA WALIKOTA ,DIANTARANYA BUPATI DIKALTENG |
|
|
Sunday, 30 March 2008 |
|
Palangka Raya, Kaltengnews
- Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Blora Center (lembaga pendukung
Susilo Bambang Yudhoyono sebelum Pemilihan Presiden), mengungkapkan
kasus dugaan korupsi yang melibatkan 11 bupati dan tiga walikota,
berdasarkan penyelidikan di lapangan dan laporan dari masyarakat kepada
LIRA di antaranya terdapat nama Bupati Barito Utara dan Murung Raya
Provinsi Kalimantan Tengah.
"Kami
akan laporkan beberapa bupati ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),
yang nilai korupsinya lebih dari Rp2 miliar dan sisanya ke aparat yang
berwenang," kata Direktur Blora Center, M Jusuf Rizal, di Jakarta belum
lama ini
|
Beberapa bupati yang akan dilaporkan ke KPK yang terbesar nilainya
korupsinya yaitu Bupati Barito Utara senilai Rp1,75 triliun atas dugaan
korupsi berkaitan illegal logging.
Nilai korupsi terbesar kedua diduga dilakukan oleh Bupati Lombok Barat
yaitu senilai Rp47 miliar yang antara lain terkait proyek pembangunan
rumah pegawai pemda.
Bupati Ketapang menempati tempat ketiga terbesar nilai dugaan
korupsinya yaitu Rp42 miliar yang antara lain terjadi dalam proyek air
bersih Riam Berasap.
Empat bupati lain nilai dugaan korupsinya juga mencapai miliaran yaitu
Bupati Fakfak atas pengadaan kapal cepat fiktif senilai Rp5 miliar,
Bupati Nganjuk atas penyalahgunaan APBD untuk untuk pemeliharaan
kendaraan dinas yang masih dalam jaminan dealer, Bupati Tanah Laut
diduga menerima hasil kolusi Rp4,1 miliar dengan PT. Kuang Ye Indo
Internasional Mining Development, dan Bupati Simalungun diduga korupsi
senilai Rp3,7 miliar.
Selain itu, Bupati Murung Raya, Kalimantan Tengah, juga diduga
melakukan korupsi bersama senilai Rp4 miliar atas proyek rehabilitasi
hutan dan lahan yang melibatkan enam kontraktor fiktif.
"Dana proyek itu malah digunakan antara lain untuk Pemilihan Presiden
2004. Kami lakukan penyelidikan mengenai lokasi rehabilitasi di
lapangan, ternyata lokasi yang dipilih justru hutan yang masih lebat
bukan hutan kritis," kata Wakil Ketua DPRD Murung Raya yang hadir pada
jumpa pers itu, Rahmadi. Sementara itu Walikota Depok, Kediri, dan Sibolga juga diduga melakukan korupsi yang nilainya miliaran.
Nilai korupsi terbesar diduga dilakukan oleh Walikota Depok yaitu
senilai Rp9,5 miliar dana APBD yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Sedangkan Walikota Kediri dan Sibolga diduga melakukan korupsi
masing-masing senilai Rp3,2 miliar dan Rp3,1 miliar atas proyek
pembangunan infrastruktur di daerahnya. KN
|
|