Arsip -
Agustus, 2009
-
Juni, 2009
-
April, 2009
-
Maret, 2009
-
Pebruari, 2009
-
Januari, 2009
-
Desember, 2008
-
November, 2008
-
Oktober, 2008
-
September, 2008
|
|
PEMBANGUNAN JATI DIRI BANGSA DIMULAI DARI DIRI SENDIRI DAN KELUARGA UNTUK MENGGUNAKAN DAN MEMPRIORITASKAN PRODUKSI DALAM NEGERI DALAM KESEHARIAN, SERTA BERKESENIAN DAN BERKEBUDAYAAN DARI AKAR BUMI PERTIWI ( Muhammad Naim Gub Lira kalsel )
|
|
LIRA Kalbar Buat Sawah Percontohan |
|
Selasa, 13 Juni 2006
Wujudkan Ketahanan Pangan
Sui Kakap,-
Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kalbar ikut mendukung program ketahanan
pangan di daerah ini. Bentuknya, menjadikan Desa Sungai Itik menjadi
salah satu sentra beras di Kalbar. Pilot project berupa penanaman padi
hibrida varietas longping pusaka, di atas satu hektar tanah, pun telah
dilakukan.
Laporan Efprizan, Sui. Kakap
SABTU lalu (10/6), masyarakat petani di Dusun Cempaka Desa Sungai Itik
Kecamatan Sungai Kakap, begitu gembira. Pancarannya, dapat ditangkap
dari rona wajah mereka. Kegembiraan itu cukup beralasan. Soalnya,
kawasan tersebut dijadikan pilot project pengembangan padi hibrida
varietas longping pusaka oleh LIRA Kalbar, yang menggandeng Taruna Tani
setempat.
Penanaman perdana padi tersebut dilaksankan Sabtu sore. Dewan Penasihat
LIRA Kalbar Johni Yuwandi, Ketua Forum RI 1 Syafranie Daniel, Ketua
Front Komunitas Indonesia Satu Hermanto, Camat Sui Kakap dan Kepala
Desa Sungai Itik, diantaranya yang melakukan penanaman simbolis padi
tersebut. Sangat disayangkan, pejabat teras dari Dinas Pertanian tidak
turut hadir dalam penanaman perdana itu.
Varietas longping pusaka ini sendiri merupakan jenis padi yang berasal
dari Hunan, RRC. Telah dikembangkan oleh beberapa negara seperti Cina,
Thailand, Vietnam, India, hingga Amerika. Selain mampu berswasembada
beras, oleh negara-negara tersebut, beras itu telah diekspor ke negara
belahan dunia lainnya.
Dijelaskan Hamdansyah, penanggung jawab pengembangan padi longping
pusaka dari LIRA Kalbar, padi ini merupakan benih unggul hasil
teknologi Yuan Longping High Tech Provinsi Hunan RRC. Hasil uji
adaptasinya yang dilakukan di Jawa barat, Jawa Timur, Jawa Tengah,
Bali, dan NTB selama dua musim tanam (juni 2001 hingga Juli 2002),
mampu memproduksi dua hingga tiga ton per hektar are. Kemampuan
produksinya di atas varetas unggul lokal seperti IR 64, Cisadane dan
Membrano.
"Dengan begitu akan dapat meningkatkan keuntungan petani dan menambah
gairah untuk memperluas tanaman padi, mengangkat produksi nasional,
sehingga mampu mengeluarkan Indonesia, Kalbar khususnya, dari
permasalahan kekurangan beras," beber Hamdan.
Ia melanjutkan, mutu tanaman dan beras dari jenis padi ini sangat baik.
Hasil pengujian mutu giling dan mutu beras pada skala Laboratorium
Longping Pusaka menunjukkan rendemen beras pecah kulit dan rendemen
beras kepala yang lebih tinggi dibandingkan dengan IR 64. Begitu juga
dari penampilan, bentuk dan ukuran beras, tekstur nasi dan rendahnya
derajat pengapuran, sangatlah baik kandungan proteinnya. Di atas 20
persen lebih tinggi dari IR 64.
Bagimana dengan uji rasa nasi? Kata Hamdan, dari uji mutu rasa
(organoleptik) yang dilakukan dengan cara mencicipi nasi dengan
pembanding IR 64, Cisadane dan Membrano yang dilakukan 15 panelis dan
70 pengusaha, peneliti dan pedagang beras di Pulitsbang Tanaman Pangan
Bogor, beberapa tahun lalu, ternyata longping pusaka lebih unggul dan
disukai.
Waktu tanamnya pun tidak terlalu lama. Menurut Wakil Gubernur LIRA
Kalbar, Nazirin, diperkirakan pada September tahun ini, para petani
setempat sudah bisa memanen. Penanaman perdana di atas satu hektar
lahan rakyat ini, oleh LIRA Kalbar disediakan benih gratis sebanyak 16
kilo. Dari hasil turunannya, bisa mengcover kurang lebih 150 hektar
tanaman baru. "Karena itu, kedepannya, diharapkan Sungai Itik jadi
salah satu sentra padi Kalbar," ucapnya.
Ke depan, LIRA Kalbar juga berencana untuk melakukan program serupa di
daerah lainnya. "Varietas ini akan dikembangkan di daerah-daerah lain
yang ada di seluruh Kalbar. Kita berupaya mendukung program pemerintah
untuk ketahan pangan. Ide ini spontanitas kami. Kita harapkan Kalbar
tidak kekurangan pangan," kata Nazirin.
Hamdansyah kembali menegaskan, program yang dilakukan LIRA Kalbar ini
sama sekali tidak mengandung unsur politik. "Kami tidak ingin program
ini disalahsangkakan ke unsur politik. Gawean ini murni untuk membantu
pemerintah dalam menggalakkan ketahanan Pangan.
|
|