PEMBANGUNAN JATI DIRI BANGSA DIMULAI DARI DIRI SENDIRI DAN KELUARGA UNTUK MENGGUNAKAN DAN MEMPRIORITASKAN PRODUKSI DALAM NEGERI DALAM KESEHARIAN, SERTA BERKESENIAN DAN BERKEBUDAYAAN DARI AKAR BUMI PERTIWI   ( Muhammad Naim Gub Lira kalsel )

   

LIRA Kalbar Buat Sawah Percontohan PDF
Selasa, 13 Juni 2006

Wujudkan Ketahanan Pangan

PERCONTOHAN: Tanaman padi percontohan yang digarap LIRA Kalbar. FOTO EFPRIZAN/PONTIANAKPOST

Sui Kakap,-  Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kalbar ikut mendukung program ketahanan pangan di daerah ini. Bentuknya, menjadikan Desa Sungai Itik menjadi salah satu sentra beras di Kalbar. Pilot project berupa penanaman padi hibrida varietas longping pusaka, di atas satu hektar tanah, pun telah dilakukan.

Laporan Efprizan, Sui. Kakap

SABTU lalu (10/6), masyarakat petani di Dusun Cempaka Desa Sungai Itik Kecamatan Sungai Kakap, begitu gembira. Pancarannya, dapat ditangkap dari rona wajah mereka. Kegembiraan itu cukup beralasan. Soalnya, kawasan tersebut dijadikan pilot project pengembangan padi hibrida varietas longping pusaka oleh LIRA Kalbar, yang menggandeng Taruna Tani setempat.

Penanaman perdana padi tersebut dilaksankan Sabtu sore. Dewan Penasihat LIRA Kalbar Johni Yuwandi, Ketua Forum RI 1 Syafranie Daniel, Ketua Front Komunitas Indonesia Satu Hermanto, Camat Sui Kakap dan Kepala Desa Sungai Itik, diantaranya yang melakukan penanaman simbolis padi tersebut. Sangat disayangkan, pejabat teras dari Dinas Pertanian tidak turut hadir dalam penanaman perdana itu.

Varietas longping pusaka ini sendiri merupakan jenis padi yang berasal dari Hunan, RRC. Telah dikembangkan oleh beberapa negara seperti Cina, Thailand, Vietnam, India, hingga Amerika. Selain mampu berswasembada beras, oleh negara-negara tersebut, beras itu telah diekspor ke negara belahan dunia lainnya.

Dijelaskan Hamdansyah, penanggung jawab pengembangan padi longping pusaka dari LIRA Kalbar, padi ini merupakan benih unggul hasil teknologi Yuan Longping High Tech Provinsi Hunan RRC. Hasil uji adaptasinya yang dilakukan di Jawa barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, dan NTB selama dua musim tanam (juni 2001 hingga Juli 2002), mampu memproduksi dua hingga tiga ton per hektar are. Kemampuan produksinya di atas varetas unggul lokal seperti IR 64, Cisadane dan Membrano.

"Dengan begitu akan dapat meningkatkan keuntungan petani dan menambah gairah untuk memperluas tanaman padi, mengangkat produksi nasional, sehingga mampu mengeluarkan Indonesia, Kalbar khususnya, dari permasalahan kekurangan beras," beber Hamdan.

Ia melanjutkan, mutu tanaman dan beras dari jenis padi ini sangat baik. Hasil pengujian mutu giling dan mutu beras pada skala Laboratorium Longping Pusaka menunjukkan rendemen beras pecah kulit dan rendemen beras kepala yang lebih tinggi dibandingkan dengan IR 64. Begitu juga dari penampilan, bentuk dan ukuran beras, tekstur nasi dan rendahnya derajat pengapuran, sangatlah baik kandungan proteinnya. Di atas 20 persen lebih tinggi dari IR 64.

Bagimana dengan uji rasa nasi? Kata Hamdan, dari uji mutu rasa (organoleptik) yang dilakukan dengan cara mencicipi nasi dengan pembanding IR 64, Cisadane dan Membrano yang dilakukan 15 panelis dan 70 pengusaha, peneliti dan pedagang beras di Pulitsbang Tanaman Pangan Bogor, beberapa tahun lalu, ternyata longping pusaka lebih unggul dan disukai.

Waktu tanamnya pun tidak terlalu lama. Menurut Wakil Gubernur LIRA Kalbar, Nazirin, diperkirakan pada September tahun ini, para petani setempat sudah bisa memanen. Penanaman perdana di atas satu hektar lahan rakyat ini, oleh LIRA Kalbar disediakan benih gratis sebanyak 16 kilo. Dari hasil turunannya, bisa mengcover kurang lebih 150 hektar tanaman baru. "Karena itu, kedepannya, diharapkan Sungai Itik jadi salah satu sentra padi Kalbar," ucapnya.

Ke depan, LIRA Kalbar juga berencana untuk melakukan program serupa di daerah lainnya. "Varietas ini akan dikembangkan di daerah-daerah lain yang ada di seluruh Kalbar. Kita berupaya mendukung program pemerintah untuk ketahan pangan. Ide ini spontanitas kami. Kita harapkan Kalbar tidak kekurangan pangan," kata Nazirin.

Hamdansyah kembali menegaskan, program yang dilakukan LIRA Kalbar ini sama sekali tidak mengandung unsur politik. "Kami tidak ingin program ini disalahsangkakan ke unsur politik. Gawean ini murni untuk membantu pemerintah dalam menggalakkan ketahanan Pangan.
 
© 2012 Koperasi Lumbung Investasi Rakyat
Powered by NiCOM smart solution