PEMBANGUNAN JATI DIRI BANGSA DIMULAI DARI DIRI SENDIRI DAN KELUARGA UNTUK MENGGUNAKAN DAN MEMPRIORITASKAN PRODUKSI DALAM NEGERI DALAM KESEHARIAN, SERTA BERKESENIAN DAN BERKEBUDAYAAN DARI AKAR BUMI PERTIWI   ( Muhammad Naim Gub Lira kalsel )

   

Lira Kalbar awasi pengelolaan negara PDF
Pontianak – Kepedulian masyarakat terhadap proses pembangunan khususnya pembangunan di wilayah Kalimantan Barat ternyata tak pernah surut. Bahkan kecenderungan kearah itu semakin kuat dengan indikasi lahirnya sejumlah kelompok dengan semangat partisipasi publik dalam membangun.

Adalah LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Indonesia, salah satu wadah berhimpun para generasi muda yang merasa ikut bertanggungjawab terhadap proses pembangunan nasional, melebarkan sayap ke wilayah Kalimantan Barat. Seremonial ekspansi organisasi yang dilaksanakan Rabu 15/3 di Kapuas Palace Hotel Pontianak ini dihadiri tak kurang 200 orang dari berbagai elemen antara lain tokoh masyarakat, tokoh pemuda, unsur perguruan tinggi, eksekutif, legeslatif, LSM, Ormas, dan dunia usaha. Dua kegiatan pokok yang diusung dalam penyelengaraan ini yaitu pengukuhan pengurus LIRA Kalbar dan dialog nasional yang bertemakan Transparansi, Akuntabilitas dan Partisipasi Publik dalam pengelolaan Negara.

Dipilihnya tema dalam dialog nasional ini tentunya dilandasi oleh berbagai kondisi strategis yang berpengaruh terhadap jalannya proses pembangunan nasional, termasuk respon berbagai elemen masyarakat terhadap kondisi yang dihadapi. Seperti yang dikatakan Presiden LIRA Indonesia Drs. M. Yusuf Rizal, globalisasi mempengaruhi rasa cinta kita terhadap negara termasuk dalam menyikapi pembangunan. Oleh karena itu LIRA yang beranggotakan generasi muda berkeinginan untuk berbuat sekecil apapun untuk bisa membangun negeri ini. Rasa cinta kepada tanah air ini, akan direflesikan dengan tindakan melakukan pengawasan terhadap pengelolaan negara.

Dengan rasa cinta, lanjutnya, diharapkan pengelolaan negara menjadi baik, sehingga nasib bangsa kedepan akan menjadi lebih baik menuju masyarakat yang adil, makmur serta sejahtera. Dengan dialog nasional ini akan banyak yang akan dibahas dan dihasilkan terutama masalah-masalah pembangunan lokal Kalbar sebagai modal kerja kedepan khususnya sebagai sumbangsih pemikiran praktis dalam rangka peningkatan supremasi hukum. Berkaitan dengan tema ini, salah satu nara sumber Lamhot H. Hutahuruk mewakili Ketua KPK memaparkan sejumlah pengaduan masyarakat tentang masalah pengelolaan negara yang terjadi di daerah.

Bagaimana kondisi pembangunan daerah Kalbar sebagai salah satu wilayah kerja LIRA, seperti yang diungkapkan Wagub Kalbar Drs.LH. Kadir adalah akan semakin banyak tantangan dengan kuantitas dan kualitas yang jauh lebih berat dan kompleks dibanding masa–masa sebelumnya. Disisi lain diakuinya juga bahwa pembangunan tidak akan berhasil dengan sempurna, apabila hanya dilaksanakan oleh Pemerintah. Seluruh komponen perlu menyatukan dan menyelaraskan gerak dan langkah, seperti yang dilakukan dalam dialog nasional ini. Oleh karena itu Wagub berharap agar dari dialog ini dapat dihasilkan konsep-konsep pemikiran yang dapat disumbangkan kepada Pemda.

Tentang keberadaan LIRA Kalbar Wagub mengharapkan agar LIRA Kalbar dapat menjadi bagian dari komponen bangsa yang mampu berfikir rasional, logis serta memiliki komitmen moral yang tinggi terhadap perubahan dan pembaharuan yang sedang terjadi. Sebagai mitra pemerintah diharapkan LIRA Kalbar dan juga organisasi kemasyarakatan lainnya mampu membangun komunikasi yang luwes dan efektif dengan masyarakat maupun pemerintah, dan dapat mensinergikan partisipasinya dengan program dan kebijaksanaan daerah serta senantiasa berupaya menciptakan situasi kondusif dengan membangun kesadaran dan komitmen untuk mengedepankan persatuan dan kesatuan nasional. (Glb-Rsi/BKIKD Prov.)
 
© 2012 Koperasi Lumbung Investasi Rakyat
Powered by NiCOM smart solution