Arsip -
Agustus, 2009
-
Juni, 2009
-
April, 2009
-
Maret, 2009
-
Pebruari, 2009
-
Januari, 2009
-
Desember, 2008
-
November, 2008
-
Oktober, 2008
-
September, 2008
|
|
PEMBANGUNAN JATI DIRI BANGSA DIMULAI DARI DIRI SENDIRI DAN KELUARGA UNTUK MENGGUNAKAN DAN MEMPRIORITASKAN PRODUKSI DALAM NEGERI DALAM KESEHARIAN, SERTA BERKESENIAN DAN BERKEBUDAYAAN DARI AKAR BUMI PERTIWI ( Muhammad Naim Gub Lira kalsel )
|
|
Lira Kalbar awasi pengelolaan negara |
|
Pontianak – Kepedulian masyarakat terhadap proses pembangunan khususnya
pembangunan di wilayah Kalimantan Barat ternyata tak pernah surut.
Bahkan kecenderungan kearah itu semakin kuat dengan indikasi lahirnya
sejumlah kelompok dengan semangat partisipasi publik dalam membangun.
Adalah
LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Indonesia, salah satu wadah berhimpun
para generasi muda yang merasa ikut bertanggungjawab terhadap proses
pembangunan nasional, melebarkan sayap ke wilayah Kalimantan Barat.
Seremonial ekspansi organisasi yang dilaksanakan Rabu 15/3 di Kapuas
Palace Hotel Pontianak ini dihadiri tak kurang 200 orang dari berbagai
elemen antara lain tokoh masyarakat, tokoh pemuda, unsur perguruan
tinggi, eksekutif, legeslatif, LSM, Ormas, dan dunia usaha. Dua
kegiatan pokok yang diusung dalam penyelengaraan ini yaitu pengukuhan
pengurus LIRA Kalbar dan dialog nasional yang bertemakan Transparansi,
Akuntabilitas dan Partisipasi Publik dalam pengelolaan Negara.
Dipilihnya tema dalam dialog nasional ini tentunya dilandasi oleh
berbagai kondisi strategis yang berpengaruh terhadap jalannya proses
pembangunan nasional, termasuk respon berbagai elemen masyarakat
terhadap kondisi yang dihadapi. Seperti yang dikatakan Presiden LIRA
Indonesia Drs. M. Yusuf Rizal, globalisasi mempengaruhi rasa cinta kita
terhadap negara termasuk dalam menyikapi pembangunan. Oleh karena itu
LIRA yang beranggotakan generasi muda berkeinginan untuk berbuat
sekecil apapun untuk bisa membangun negeri ini. Rasa cinta kepada tanah
air ini, akan direflesikan dengan tindakan melakukan pengawasan
terhadap pengelolaan negara.
Dengan rasa cinta, lanjutnya, diharapkan pengelolaan negara menjadi
baik, sehingga nasib bangsa kedepan akan menjadi lebih baik menuju
masyarakat yang adil, makmur serta sejahtera. Dengan dialog nasional
ini akan banyak yang akan dibahas dan dihasilkan terutama
masalah-masalah pembangunan lokal Kalbar sebagai modal kerja kedepan
khususnya sebagai sumbangsih pemikiran praktis dalam rangka peningkatan
supremasi hukum. Berkaitan dengan tema ini, salah satu nara sumber
Lamhot H. Hutahuruk mewakili Ketua KPK memaparkan sejumlah pengaduan
masyarakat tentang masalah pengelolaan negara yang terjadi di daerah.
Bagaimana kondisi pembangunan daerah Kalbar sebagai salah satu wilayah
kerja LIRA, seperti yang diungkapkan Wagub Kalbar Drs.LH. Kadir adalah
akan semakin banyak tantangan dengan kuantitas dan kualitas yang jauh
lebih berat dan kompleks dibanding masa–masa sebelumnya. Disisi lain
diakuinya juga bahwa pembangunan tidak akan berhasil dengan sempurna,
apabila hanya dilaksanakan oleh Pemerintah. Seluruh komponen perlu
menyatukan dan menyelaraskan gerak dan langkah, seperti yang dilakukan
dalam dialog nasional ini. Oleh karena itu Wagub berharap agar dari
dialog ini dapat dihasilkan konsep-konsep pemikiran yang dapat
disumbangkan kepada Pemda.
Tentang keberadaan LIRA Kalbar Wagub mengharapkan agar LIRA Kalbar
dapat menjadi bagian dari komponen bangsa yang mampu berfikir rasional,
logis serta memiliki komitmen moral yang tinggi terhadap perubahan dan
pembaharuan yang sedang terjadi. Sebagai mitra pemerintah diharapkan
LIRA Kalbar dan juga organisasi kemasyarakatan lainnya mampu membangun
komunikasi yang luwes dan efektif dengan masyarakat maupun pemerintah,
dan dapat mensinergikan partisipasinya dengan program dan kebijaksanaan
daerah serta senantiasa berupaya menciptakan situasi kondusif dengan
membangun kesadaran dan komitmen untuk mengedepankan persatuan dan
kesatuan nasional. (Glb-Rsi/BKIKD Prov.)
|
|