|
Kompromi dan idealis atau sportif |
|
|
Sikap yang ditunjukkan beberapa politisi senior kita yang bertarung untuk mendapatkan kekuasaan telah menciptakan opini kebencian diantara satu dengan yang lainnya. Atas dasar pemikirian bahwa dirinya yang paling mewakili rakyat atas dasar pemikiran dirinya sendiri yang paling benar telah membuat negeri ini selalu tidak tegas selalu kompromis dengan segala cara dan alasan. Beberapa peristiwa dalam olah raga kita akhirnya juga meniru adegan para politisi karena pimpinan olahraga juga dipegang oleh politikus. Kita memang harus memulai bertarung dengan sportif dan siap kalah tidak usah menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan kedudukan dan mendapatkan kemenangan. Sebagai contoh suatu pertandingan antara team A dan team B, yang sudah tidak berkepentingan untuk team A sedangkan team B dan team C masih sangat berkepentingan, maka tidak selayaknya tem A mendapatkan keuntungan sepihak dengan degosiasi dengan memberikan kemenaangan terhadap team B sehingga pihak lain atau team C dirugikan.....inilah yang sering terjadi dalam olahraga dan politik kita. Pertandinganpun diselesaikan dengan kompromi....suara rakyatpun diarahkan untuk kompromi untuk mendapatkan keuasaan. Namun suatu saat kamipun yakin sportifitas akan tetap jalan.....
|