|
Indosiar.com - Jakarta. Grup musik Slank belakangan ini identik
dengan persoalan korupsi. Setelah beberapa waktu lalu Ketua Komisi
Pemberantasan Korupsi menyambangi markas mereka, kemarin LSM Lumbung
Informasi Rakyat atau LIRA juga mengunjungi gang Potlot.
Urusannya apalagi kalau bukan sama-sama menyerukan anti korupsi.
Slank tetap akan konsisten untuk meneriakkan peran melawan korupsi
bukan lewat jalur politik, melainkan lewat dunia mereka yakni musik.
Kata Slank, "Kita bukan politisi, kita lihat moral. Jadi siapa pun
yang mau mencoba sama-sama untuk kebaikan Indonesia, untuk teriak Anti
Korupsi, kita dukung. Slank lewat lagu itu sebenernya merevolusi
budayanya, kayak korupsi, bukannya kita perang sama koruptor,
nangkepin, tidak. Jadi budayanya seseorang untuk merubah bahwa kalau
dulu ada istilah tempat basah, banyak orang yang menyalahkan bahwa hal
bodoh jika kerja tidak ditempat basah, semua bangga dan mencari tempat
basah. Jadi sebenernya budaya itu yang kita rubah lewat musik dan lagu,
suatu saat anak-anak kecil yang nantinya akan besar bilang, 'Ini bokap
korupsi, norak banget sih lo. Gue gak punya mainan ga papa, tapi
halal'." (Aozora)
|